jump to navigation

Jual Baju Muslim dan Sarung (Nur Cahyo July 9, 2009

Posted by Babeh Gibril in Uncategorized.
3 comments
Jual baju muslim dan Sarung (merk : Nur Cahyo)
sarung2a sarung1
Sarung Spesial : Rp. 43.000,-
sarung3 sarung3z
Sarung Biasa : Rp. 35.000,-
baju 1 exclusive
Baju Muslim Exclusive : Rp. 91.000,-

Baju Muslim Biasa 1 Rp. 43.000,-
Baju Muslim Biasa 2 Rp. 47.000,-
Nurcahyo Clasic Rp. 56.000,-
Nurcahyo Prima Rp. 49.000,-

Cara Pemerintah China Mengontrol Internet June 8, 2009

Posted by Babeh Gibril in Networking, Software, Teknologi Informasi, Teknologi Komunikasi.
add a comment

63906_seorang_pengguna_internet_di_china_thumb_300_225
Setiap komputer yang dijual wajib dilengkapi dengan software pemblokir situs yang dilarang

VIVAnews – Pemerintah China berencana untuk menerapkan peraturan yang mengharuskan seluruh komputer PC yang dijual negaranya dilengkapi dengan sebuah software yang akan memblokir situs-situs web tertentu.

Langkah itu ditempuh pemerintah China untuk mengetatkan kontrol terhadap penggunaan internet oleh rakyat China.

Pemerintah mengatakan bahwa kebijakan tersebut dimaksudkan untuk melindungi para pengguna internet yang berusia muda dari konten-konten ‘berbahaya’, seperti konten pornografi.

Software yang akan dibundel dalam komputer yang dijual di China, adalah software yang dinamakan “Bendungan Hijau-Pengiring Anak Muda”.

Program tersebut dirancang untuk memblokade akses-akses situs web terlarang, yang secara teratur diupdate oleh pemerintah China.

Kebijakan ini, seperti dilansir dari situs CNet, diklaim pemerintah China, bertujuan untuk membentuk iklim internet yang hijau, sehat, harmonis, dan mencegah informasi berbahaya yang akan mempengaruhi dan meracuni anak muda.

Sebelum ini, pemerintah China memang telah terkenal dengan reputasi yang sangat ketat untuk masalah pembatasan situs-situs di internet.

Pekan lalu, saat perinatan 20 tahun peristiwa pembunuhan massal di lapangan Tiananmen, China memblokade akses rakyatnya ke beberapa situs besar.

Antara lain situs Twitter, situs berbagai foto milik Yahoo, Flickr, YouTube, MicrosoftHotmail, Live.com, WordPress, Blogger, dan banyak situs jejaring sosial.
• VIVAnews

India Kloning Kerbau Kedua dalam Tiga Bulan June 8, 2009

Posted by Babeh Gibril in Bioteknologi, Hewan.
add a comment

a_030812_kerbau_india_01
TEMPO Interaktif, New Delhi: Para ilmuwan India, Sabtu (6/6), mengumumkan telah berhasil mengkloning kerbau kedua dalam waktu tiga bulan terakhir. Kerbau pertama meninggal karena pneumonia sepekan setelah lahir.

Menurut Direktur Institut Penelitian Susu Nasional A K Srivastava, kerbau yang diberi nama Garima tersebut lahir pada pukul 11.00, Sabtu (6/6), di Institut Penelitian Susu Nasional, dengan berat 43 kilogram.

“Garima sangat sehat dan kami sangat optimistis ia bisa bertahan hidup. Dua anggota tim dokter hewan tiba dari Universitas Pertanian Haryana. Mereka beserta dokter-dokter hewan yang dipimpin KPS Tomar juga merawat kambing itu. Kami sangat waspada untuk menghindari kecelakaan,” ujar Srivastava.

Para ilmuwan di India kabarnya mengadopsi teknik yang lebih maju ketimbang ketika kloning Dolly, seekor domba yang menjadi binatang mamalia pertama yang dikloning. Kerbau pertama yang dikloning lahir pada 6 Februari namun mati sepekan kemudian.

Menurut Srivastava, India merupakan tempat dengan populasi kerbau terbesar di dunia. Akan tetapi, jenis kerbau unggul di India sangat minim sehingga untuk meningkatkan populasi kerbau tersebut diperlukan kloning.

PRESS TRUST OF INDIA| KODRAT SETIAWAN

Kamera Hibrida, Satu Kamera Dua Fungsi June 5, 2009

Posted by Babeh Gibril in Kamera, Teknologi Elektronika.
add a comment

sanyo_xacti_2009_line-up

Kamis, 04 Juni 2009 | 19:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta :Tren teknologi informasi semakin meningkat sejalan dengan gaya hidup manusia yang semakin modern dan mobile. Fenomena ini terlihat dari maraknya kegiatan komunikasi virtual seperti jejaring sosial Facebook atau blogging yang kini makin digemari, termasuk di Indonesia.

Nah, dengan alasan untuk mendukung kegiatan-kegiatan itulah, Panasonic pada Kamis pekan lalu di Jakarta meluncurkan jajaran kamera digital Lumix dan kamera perekam video terbarunya untuk pasar Indonesia. Di antara sederet produk anyar yang diluncurkan, beberapa produk cukup menarik perhatian, yakni kamera hybrid yang dirilis perusahaan ini.

Dinamakan kamera hybrid atau hibrida karena jenis ini memiliki kemampuan “campuran”, yakni sebagai kamera foto, sekaligus sebagai kamera perekam video definisi tinggi. Salah satu kamera hibrida yang diluncurkan saat itu adalah Lumix FT1.

Menurut Dicky Derajat Muis, Product Manager PT.Panasonic Gobel Indonesia, seri FT1 merupakan jenis kamera “tough hybrid”. “Dinamakan ‘tough’ atau tangguh karena kamera hibrida jenis ini tahan dalam segala cuaca,” ujarnya.

Perangkat kamera tough hybrid didesain dengan kemampuan triple proof, yakni waterproof atau tahan air, dustproof (tahan debu), dan shockproof (tahan banting). Bodi FT1 dirancang tahan air hingga kedalaman 3 meter dan diklaim tahan banting hingga ketinggian 1,5 meter.

Pengguna juga tak perlu khawatir kamera kemasukan debu saat membawanya bepergian. “Kamera ini cocok untuk setiap kegiatan di dalam maupun di luar ruang,” kata Dicky. Tak mengherankan jika kamera ini dijanjikan bakal mendukung gaya hidup mobile saat ini.

Seri FT1 juga dibekali fitur-fitur terbaru. Seperti Face Recognition atau pengenal wajah. Fitur ini akan mengenali hingga lima wajah yang telah terdaftar di memorinya. “Wajah yang dikenalnya akan menjadi prioritas fokusnya.”

Seri ini juga dilengkapi AVCHD Lite. “Dengan fitur ini, pengguna dapat mengambil gambar film definisi tinggi dengan durasi lebih lama,” ujar Dicky. FT1 dapat merekam film definisi tinggi (HD) dengan resolusi 1.280 x 720, sambil memperbesar dan memperkecil gambar. Fitur ini diklaim dapat mencapai kualitas gambar tertinggi dan menyimpan data lebih kecil dari gambar bergerak format JPEG konvensional.

Mode Intelligent Auto, salah satu fitur terkini yang dikembangkan Panasonic, juga tak ketinggalan. Mode ini berfungsi untuk membuat foto dan film secara otomatis. Hanya dengan menyetel kamera ke mode ini, kamera akan mengaktifkan delapan fungsi deteksi dan koreksi yang dimilikinya. Seperti fitur MEGA O.I.S yang membantu mencegah gambar buram karena guncangan tangan serta fitur deteksi wajah.

“Panasonic menyediakan berbagai fitur terdepan, tapi tetap mengusung kesederhanaan dan kemudahan untuk digunakan setiap orang,” kata Rinaldi Sjarif, Wakil Presiden Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia, saat meluncurkan jajaran kamera terbaru itu.

Lumix FT1 dengan resolusi 12,1 megapiksel ini dilengkapi layar LCD 2,7 inci. Perangkat ini dibekali Lensa Leica DC Vario-Elmar dengan zoom optis 4,6x, pengguna bisa mengambil gambar dari layar lebar (28 milimeter) hingga tele (128 milimeter), yang akan memberi keleluasaan.

Selain seri FT1, Panasonic meluncurkan dua seri kamera hibrida lain, yakni Lumix TZ7 dan TZ6. Kedua seri ini juga memiliki fitur-fitur seperti FT1. “Perbedaan utama, TZ7 dan TZ6 adalah kamera untuk travel, bukan jenis tahan air. “Selain itu, keduanya memiliki resolusi lebih kecil dibanding FT1, yakni 10,1 megapiksel, tapi mempunyai zoom optis lebih “super”, hingga 12x.

Dengan layar LCD 3 inci pada TZ7 dan 2,7 inci pada TZ6, kedua kamera ini akan dijual sekitar Rp 4,8 juta. Adapun seri FT1 dibanderol dengan harga sekitar Rp 5 juta. Dengan kamera hibrida, kita tak perlu lagi menenteng dua jenis kamera saat bepergian karena perangkat ini adalah kamera foto sekaligus kamera video definisi tinggi.

DIMAS

Satelit NASA Bisa Deteksi Pertumbuhan Phytoplankton May 30, 2009

Posted by Babeh Gibril in Teknologi Kesehatan, Tumbuhan.
add a comment

Z7NJVFaWmq

Untuk pertamakalinya ilmuwan melakukan analisa secara global mengenai kesehatan dan produktivitas tumbuhan laut dengan menggunakan sinyal unik yang dideteksi Satelit Aqua milik NASA.

Dengan memanfaatkan teknologi Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) pada Satelit Aqua milik NASA, ilmuwan kini dapat mengamati pijaran cahaya merah dari phytoplankton yang nampak pada permukaan laut. MODIS merupakan perangkat pertama yang bisa mengamati sinyal cahaya merah ini dalam skala global.

Hal ini memudahkan peneliti melakukan riset kelautan dari jarak jauh dengan mengukur banyaknya pijaran cahaya merah yang dipancarkan phytoplankton. Mereka bisa menaksir seberapa efisien tumbuhan mikroskopik ini mengubah cahaya matahari menjadi bahan makanan melalui proses fotosintesis.

People’s Daily Online, Jumat (29/5/2009) melansir, Phytoplankton bersel satu yang memenuhi ekosistem laut, merupakan sumber makanan dasar bagi hewan laut. Tumbuhan ini menguasai setengah dari aktivitas fotosintesis di bumi dan memainkan peranan penting dalam keseimbangan karbondioksida dalam atmosfer bumi.

Oleh karenanya jika phytoplankton dapat tumbuh dengan subur dan sehat, hal ini akan mempengaruhi jumlah karbondioksida yang dapat diserap dari atmosfer. Dengan begitu, semakin jelas bahwa laut tak kalah penting peranannya dalam isu perubahan cuaca.

“Teknik yang memanfaatkan satelit ini merupakan metode pertama yang bisa mengukur tingkat kesehatan dan produktivitas phytoplankton di dalam lautan,” kata Michael Behrenfeld, ahli biologi dari Oregon State University.

“Beruntung kita memiliki perangkat baru yang sangat penting untuk memantau perkembangan phytoplankton di seluruh dunia, setiap pekannya,” tambahnya.

Sebelumnya, ilmuwan menggunakan sensor satelit untuk melacak jumlah tanaman yang hidup di dasar laut dengan mengukur jumlah dan distribusi kadar klorofil atau zat hijau daun.

http://techno.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/05/29/56/224380/satelit-nasa-bisa-deteksi-pertumbuhan-phytoplankton

Microsoft dan Asus Bersekutu Hadang Linux May 30, 2009

Posted by Babeh Gibril in Hardware, Software, Teknologi Informasi.
add a comment

Eee_PC_XP_dlm

Seattle – Microsoft rupanya ingin terus menancapkan dominasi di pasaran netbook. Mereka pun menggandeng produsen komputer Asus untuk meluncurkan kampanye marketing agar para pemakai netbook memilih memakai Windows ketimbang Linux.

Dua perusahaan ini gabung membesut situs bernama ‘It’s Better with Windows’. Di halaman situs terdapat promosi Windows yang intinya mengklaim bahwa Windows adalah pilihan yang lebih baik untuk dipakai di jajaran netbook Asus.

Dikutip detikINET dari Vnunet, Jumat (29/5/2009), Asus mengkonfirmasi bahwa mereka memang meluncurkan kampanye tersebut bersama Microsoft. Namun demikian, mereka tetap menyediakan pilihan memakai Windows atau Linux pada konsumennya.

Beberapa pihak pun menilai ini adalah upaya Microsoft untuk melindungi posisinya di pasaran netbook yang kian berkembang pesat. Mereka tampaknya khawatir dengan terjangan Linux yang juga punya ceruk di segmen netbook.

Selain itu ancaman potensial lainnya juga datang dari Intel yang mengembangkan sistem operasi netbook berbasis Linux bernama Moblin. ( fyk / faw )

http://www.detikinet.com

Teknologi Kesehatan baru dari Jerman May 30, 2009

Posted by Babeh Gibril in Teknologi Kesehatan.
add a comment

who_logo_big

Saat ini telah ditemukan teknologi kesehatan baru dr jerman, dg menggunakan teknologi resonansi nano bagian terkecil dr atom) BIODISC ditemukan oleh dr.ian lyons, dg penelitian yg dilakukan selema 25 tahun belum memproduksi BIODISC, dr. ian sdh mencobakan alat ini ke anaknya yg terkena leukimia (kanker darah) dan kondisinya sembuh dg treatment dlm waktu 13 bulan

BIODISC dpt mengeluarkan energi2 negatif pada tubuh anda, dgn menggunakan air putih yg sdh biasa kita minum sehari2 di treatment oleh BIODISC sbg media utk menyehatkan badan. BIODISC mengeluarkan racun/penyakit negatif yg ada pada tubuh anda dg hanya meminum air yg sdh di treatment oleh BIODISC krn air ber-energi yg membentuk struktur kristal yg bagus adalah salah satu therapy kesehatan yg paling baik (baca: the true power of water oleh prof. masaro emoto)
sdh byk sekali kesaksian2 dr pengguna biodsic & air treatment nya (beberapa kesaksian bahkan menyebutkan air yg sdh di treatment oleh biodisc efeknya lbh bagus drpada air hexagonal yg marak ada di pasaran) bahkan efeknya akan sangat lsg dirasakan utk yg sakit asam urat, darah tinggi, gula, stroke, batu ginjal, maag, dll
pembuatan biodisc: Mineral-mineral alami yang telah direkayasa teknis telah diikat terstruktur dalam gelas, pada tingkat molekular, dengan menggunakan beberapa metode fusi panas tinggi.(mechanic quantum) Kombinasi dari teknik-teknik ini menyebabkan sebuah konversi energi katalis yang menimbulkan resonansi Nano spesifik yang tahan lama
Menyalurkan “Frekuensi Energisasi Nano” ke dalam atau melalui cairan mempengaruhi nano-nano di dalam cairan. Saat nano-nano mineral berinteraksi dengan frequensi tertentu, mereka bertindak sangat berbeda dengan atom aslinya. energi yg dihasilkan dpt memperbaharui struktur molekul yg terdapat dlm semua cairan
Bagaimana membuat air berenergi menggunakan biodisc? utk efek energi yg instant alirkan air mengenai langsung ke biodisc ini. Letakkan segelas air di atas Bio Disc selama setengah jam atau lebih dan minumlah. Anda pasti akan merasakan perbedaan dalam diri anda dan terisi dengan kebugaran
Dengan meletakkan Bio Disc dalam kulkas, makanan dan minuman anda juga akan terasa lebih baik
Keuntungan-keuntungan produk:

Meningkatkan rasa, kwalitas dari makanan dan minuman
Membantu memperbaiki tidur
Memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan “ying dan yang” dan
menciptakan tenaga prana atau “energy CHI”
Membuat air berenergi dengan meletakkannya diatas Bio Disc.
Dengan minum air berenergi tadi, semua sel-sel tubuh akan dibersihan
dan dihidrasi
Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Mengurangi tingkat stress
Meningkatkan penyerapan nutrisi
Meningkatkan kandungan oksigen dalam darah
Memiliki efek penenangan dari resonansi yang meningkatkan kestabilan
mental

DETOKSIFIKASI penyakit yg ada dlm tubuh anda, mengeluarkan zat2 beracun dr dalam tubuh jika konsisten meminum airnya dlm wktu tertentu dpt: Memperbaharui sel-sel kulit mati (utk kecantikan) memperbaharui jaringan sel yg mati dlm tubuh (ajib 2007).

Teknologi Motor Berbahan Bakar Minah Bukan Barang Baru May 30, 2009

Posted by Babeh Gibril in Darat.
add a comment

cewek motor2[2]

Teknologi Motor Berbahan Bakar Minah Bukan Barang Baru Steven Lenakoly – detikSurabaya Surabaya – Teknologi sepeda motor berbahan bakar minyak tanah (minah) yang dikembangkan oleh Heru Suwardhi (50) ternyata sudah ada sejak lama. Sayangnya teknologi ini mudah merusak mesin dan lingkungan. Nelayan menggunakan minah sebagai bahan bakar pengganti untuk mesin tempelnya jika bensin tidak ada. Minah dipilih karena harga yang terjangkau, dan terbukti selama bertahun-tahun tidak menyebabkan masalah yang berarti pada mesin tempel. “Teknologi yang menggunakan minyak tanah bukan teknologi yang baru. Nelayan sudah menggunakan sejak lama,” kata Ketua Jurusan Teknik Mesin Institut Teknologi Surabaya (ITS) Dr Ing Ir Herman Sasongko saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (17/6/2008). Herman menjelaskan, apabila mesin yang dari pabrikasi didesain untuk bensin, tidak bisa diisi minah. Kalaupun bisa, hal tersebut dipaksakan dan bisa menyebabkan kerusakan mesin pada pengguaan jangka pendek maupun jangka panjang. Mesin bensin yang menggunakan minah juga akan menyebabkan kerusakan lingkungan karena pembakaran tidak maksimal. Lain halnya jika minah digunakan untuk mesin diesel. Penggunaan minah pada mesin diesel tidak menyebabkan kerusakan. Hal ini karena jenis minah Indonesia kualitasnya lebih baik jika digunakan untuk mesin diesel. “Kalau digunakan pada mesin bensin bisa menyebabkan kerusakan,” tambahnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Heru Suwardhi warga Sukodono, Sidoarjo hampir selama 24 tahun menggunakan bahan bakar minah sebagai sumber energi sepeda motor yang dimiliknya. Pertama kali, pria yang menjabat sebagai staf di Dinas Pendidikan Jatim ini menggeber sepeda motornya Surabaya-Malang tahun 1984. Perjalanan itu memakan lima liter minah. Sayangnya, pulang dari Malang sepeda motor itu rusak berat. Namun, pada tahun 2002, dia kembali membuktikannya. Sepeda motor Yamaha Zigma (2 tak) keluaran tahun 2000 miliknya sudah digeber Surabaya-Yogyakarta (lebih 360 Km) pada tahun 2002. Uji coba itu, hasilnya cukup fantastis. Selain mesinnya tak rusak, bahak bakar minah yang dihabiskan relatif cukup irit. Rute Surabaya-Yogyakarta, Heru hanya membutuhkan 10 liter minyak tanah yang dicampur oli bekas.(stv/bdh) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Teknologi Nuklir Untuk Pembangkit Listrik May 30, 2009

Posted by Babeh Gibril in Teknologi Nuklir.
add a comment

news_675

Di era kemajuan teknologi yang semakin berkembang, para ahli telah mampu memanfaatkan teknologi nuklir untuk bahan bakar. Jenis energi terbarukan yang satu ini sangat efektif dan produktif, juga dikenal sebagai energi yang ramah lingkungan, bila dimanfaatkan untuk bahan bakar pembangkit listrik. Teknologi nuklir yang popular lewat penggunaannya bagi persenjataan militer ini, ternyata mempunya manfaat yang begitu besar bagi kesejahteraan umat manusia terutama dalam penyediaan kebutuhan energi listrik. Kalau penggunaan bahan bakar fosil untuk keperluan pembangkit listrik, selain bisa menimbulkan polusi lingkungan, juga sangat boros. Tetapi penggunaan bahan bakar nuklir sangat irit, dan tidak membuat polusi lingkungan. Konon setengah kilogram uranium yang sudah dimurnikan bisa menghasilkan energi yang setara dengan belasan juta liter solar. Hal ini sangat berpengaruh terhadap harga jual listrik kepada konsumen. Di samping itu pun persediaan bahan bakar ini cukup tersedia dalam jangka waktu yang panjang.

Namun sebagai konsekwensi logis dari suatu penggunaan teknologi tinggi, disamping manfaatnya yang besar, juga ada risikonya. Kalau salah dalam penerapannya tentu bisa membahayakan, tidak terkecuali Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Untuk itulah setiap pengoperasian PLTN di semua negara mana pun di dunia, masalah keselamatan merupakan syarat mutlak dan paling utama. Di samping itu pula PLTN generasi baru yang kini digunakan di negara-negara maju factor keselamatan dan keamanannya lebih terjamin. Pengawasan pengoperasian PLTN dilakukan dengan sangat ketat oleh badan pengawas internasional, mau pun dalam negeri masing-masing negara pengguna. Karena kegagalan PLTN di suatu negara masih dianggap kegagalan PLTN secara menyeluruh.

Pengamanan PLTN dilakukan dengan system berlapis-lapis, karena keselamatan suatu PLTN menganut palsafah pertahanan berlapis (defence in depth). Pertahanan berlapis ini meliputi: Lapisan keselamatan pertama, PLTN dirancang dibangun dan dioperasikan sesuai dengan ketentuan yang sangat ketat, mutu yang tinggi dan teknologi mutakhir. Lapis keselematan kedua, PLTN dilengkapi dengan system pengaman/keselamatan yang digunakan untuk mencegah dan mengatasi akibat-akibat dari kecelakaan yang mungkin terjadi selama umur PLTN. Lapis keselamatan ketiga, PLTN dilengkapi dengan system tambahan yang dapat diandalkan untuk mengatasi kecelakaan terparah yang diperkirakan dapat terjadi pada suatu PLTN. Walau begitu kecelakaan tersebut kemungkinannya amat sangat kecil terjadi selama umur PLTN.

Selama operasi PLTN, pencemaran yang disebabkan oleh zat radioaktif terhadap lingkungan dapat dikatakan tidak ada. Air laut atau air sungai yang dipergunakan untuk membawa panas dari kondensor sama sekali tidak mengandung zat radioaktif, karena tidak bercampur dengan air pendingin yang bersirkulasi di dalam reactor. Gas radioaktif yang dapat ke luar dari system reactor tetap terkungkung di dalam system pengungkung PLTN, dan sudah melalui ventilasi dengan filter yang berlapis-lapis. Gas yang lepas melalui cerobong aktivitasnya sangat kecil (sekitar 2 milicurie/tahun), sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan.

http://www.batan.go.id

Ketika Virus Flu Bergabung Jadi Satu May 30, 2009

Posted by Babeh Gibril in Bioteknologi, Mikroba.
add a comment

images

TEMPO Interaktif, Washington: Bak para pemburu badai, para pejabat kesehatan publik kini dituntut harus bisa memprediksi kecepatan dan jalan virus penyebab merebaknya wabah flu babi H1N1 yang baru. Kemampuan tersebut dibutuhkan oleh para pejabat itu untuk menentukan mulai dari seberapa agresif vaksin dan antiviral harus dibuat sampai strategi mitigasi seperti penutupan sekolah-sekolah.

Dengan data perilaku H1N1 baru yang masih sangat minim, para peneliti lalu menengok ke masa lalu tentang kondisi musiman dan sebaran geografis pandemi flu demi mencari petunjuk. Mereka juga mempelajari hubungan antara H1N1 dengan virus-virus flu yang sudah dikenal, termasuk menelaah perilaku virus-virus cikal bakal H1N1 pada babi.

Analisis terlengkap yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa turunan virus H1N1 itu tidaklah baru-baru amat. Virus itu bisa dipastikan sudah wira-wiri setidaknya selama 10 tahun di antara kawanan babi di suatu tempat di dunia, tetapi luput dari deteksi. Tidak satu pun segmen genetik yang menyusunnya, dari total delapan segmen, yang pernah dilaporkan ada pada babi ataupun manusia.

“Hasil studi yang kami lakukan menekankan kebutuhan global untuk sistem pengawasan yang lebih sistematis terhadap virus-virus flu, terutama pada babi,” kata Nancy Cox, Kepala Divisi Influenza di Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nasional di Amerika Serikat, Jumat lalu.

Hasil studi yang diterbitkan bergegas oleh jurnal Science, Jumat (biasanya jurnal ini terbit Kamis), itu juga memastikan adanya kombinasi aneh gen-gen manusia, babi, dan unggas yang menyusun tubuh sang virus. Koalisi itu sukses membuat H1N1 baru menginfeksi lebih dari 11 ribu manusia di 42 negara dalam kurun sebulan saja. Meski kebanyakan mengalami flu ringan biasa, virus terbukti bisa mematikan seperti yang terjadi pada 86 kasus hingga memaksa Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan sebuah kondisi genting di ambang pandemi.

Cox dan tim peneliti internasional yang terlibat dalam studi itu menyatakan, pada babi memang banyak virus flu yang aneh-aneh. “Virus H1N1 ini cuma satu contoh, yang lain belum terlihat saja,” kata mereka dalam laporan di Science.

Dalam penelitian keroyokan itu, sebanyak 70 sampel virus H1N1 yang diambil dari Meksiko dan Amerika Serikat diurai kode genetiknya dan ditentukan dari mana asalnya. Dari sana, Cox dan kawan-kawannya mengungkap kalau virus H1N1 terbaru ini adalah kombinasi dari berbagai kombinasi.

Dalam virus itu ada bagian yang disebut triple reassortment atau tiga kali proses penyusunan ulang dari virus-virus yang pertama kali terdeteksi pada 1998. Virus-virus itu sudah mengandung unsur campuran gen manusia, burung, dan babi.

“H1N1 baru ini juga memiliki sedikit campuran dari turunan virus flu yang disebut Eurasia, ditambah satu segmen lagi yang terkait erat dengan sebuah sampel dari seorang pasien di Hong Kong yang pernah terinfeksi flu babi pada 1999,” demikian pernyataan laporan studi.

Bagaimana kombinasi dari berbagai kombinasi itu bisa terlahir masih misteri. Beberapa skenario ditawarkan, di antaranya proses penyusunan ulang (reassortment) yang terjadi di Asia atau Amerika.

Faktanya, bukan cuma babi yang harus dicemaskan oleh manusia. Hewan lain juga mungkin berperan menjadi inang sebuah penyakit tanpa hewan itu harus terlihat sakit. Cox dan timnya, contohnya, belum lama ini mendapati bangsa kucing, dari yang di hutan sampai yang rumahan, bisa terinfeksi flu burung H5N1.

“Kami tahu benar bahwa para kolega kami di bidang veteriner di Departemen Pertanian Amerika Serikat, dan mungkin tempat-tempat lain di dunia, saat ini sedang mencari tahu apakah sampel-sampel mereka dari babi atau hewan lain di dalam freezer menyediakan informasi rantai yang hilang ini,” kata Cox. “Jika kami dapat menentukan asal-muasal sebuah virus, kami juga semestinya bisa mengambil tindakan untuk memastikan virus itu tidak akan muncul lagi dalam bentuknya yang sedikit beda.”

Cox dan para peneliti lainnya sampai sekarang belum tahu bagaimana virus yang menginfeksi hewan bisa menginfeksi manusia juga. Virus-virus itu melompat tidak dengan cara mutasi yang biasanya. Terlebih, virus-virus itu bisa menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lain.

Para ahli flu mencemaskan situasi ini, yakni ketika virus-virus berlompatan dari hewan ke manusia tanpa perantara lagi. Kalaupun sudah sampai ke manusia, biasanya virus tidak menular dari satu orang ke orang lain–sebagai contoh, virus flu H5N1 yang menginfeksi 429 orang dan membunuh 262 orang lainnya jarang sekali yang ditemukan menular antarmanusia.

Tapi, nyatanya, tiga kejadian pandemi pada 1918, 1957, dan 1968 seluruhnya muncul ketika sebuah virus flu dari unggas mulai menginfeksi manusia.

Sejauh ini, dari pengambilan sampelnya, virus H1N1 baru menunjukkan sedikit sekali mutasi genetik. Artinya, satu sampel dari pasien di Meksiko secara virtual identik dengan sampel dari pasien lain di Amerika Serikat dan negara lain. “Ini mengindikasikan virus mungkin telah terintroduksi ke manusia dalam sebuah kejadian yang tunggal,” kata Cox.

Atau, jika lebih dari seorang yang terinfeksi langsung dari seekor hewan atau sumber lain, mereka semua terinfeksi oleh virus dengan genetik yang identik.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.