jump to navigation

BIOFUEL: ADA APA DENGANMU May 30, 2009

Posted by Babeh Gibril in Hewan, Mikroba, Tumbuhan.
trackback

Biofuels

* Peneliti di Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI)

Setelah hingar bingar pada tahun 2005 sampai dengan pertengahan tahun 2007, isu biofuel tiba-tiba sunyi senyap bak ditelan bumi. Seminar dan diskusi biofuel yang sebelumnya sangat marak, kini nyaris tak terdengar. Pemerintah tidak lagi gencar mempromosikan pengembangan biofuel.  Pihak swasta yang sudah terlanjur terjun di bisnis biofuel mulai mengerem atau bahkan menghentikan sementara proyek biofuelnya.  Pihak swasta yang baru punya rencana, langsung menundanya.

Semula, isu pengembangan biofuel demikian seksi dari berbagai sudut pandang.  Biofuel merupakan sumber energi yang terbarukan, merupakan bentuk diversifikasi produk dan stabilisasi harga produk pertanian, ramah lingkungan, merupakan bagian dari strategi ketahanan energi, bahkan dikaitkan dengan upaya mengurangi kemiskinan.  Pandangan yang demikian optimis tersebut kini nyaris tak terdengar ketika harga bahan bakunya, khususnya CPO, melambung pada tingkat harga yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Biodiesel berbahan baku jarak pagar sudah lebih dulu hilang dari peredaran ketika hitung-hitungan ekonominya dan kendala teknisnya seperti bibit, produktivitas, mulai menghadang. Pertanyaannya sekarang adalah mau dibawa kemana industri biofuel kita?

Perlu jawaban yang tegas atas pertanyaan tersebut dan pilihannya hanya ada tiga yaitu mundur, maju terus, atau ditunda/diendapkan.  Terhadap pilihan ini, pilihan yang paling mudah untuk diabaikan adalah ditunda/diendapkan karena pilihan ini merupakan pertanda kita sebagai bangsa ragu-ragu, reaktif, atau suka ngekor.   Jika kita mundur, ada beberapa kelebihan.  Pertama, kita tidak perlu bersusah payah merancang berbagai kebijakan untuk pengembangan biofuel.  Ini berarti ada sumber daya yang bisa dihemat, minimal pada jangka pendek. Kedua, pemerintah dan pelaku bisnis energi hanya perlu lebih fokus pada sumber energi yang berbasis fosil yang memang sudah sangat dikuasai. Masalah yang sangat potensial atas pilihan mudur ini adalah, sanggupkah kita dalam jangka panjang menghadapi kenaikan harga energi yang bersasis fosil seperti BBM dan batubara?  Banyak hasil studi lembaga internasional seperti Bank Dunia dan FAO memperkirakan akan terjadi kenaikan harga energi pada jangka panjang.  Mereka berkeyakinan bahwa harga energi akan berada pada keseimbangan baru yang lebih tinggi dari harga keseimbangan sebelumnya.  Masalah yang lebih besar adalah bahwa energi berbasis fosil tersebut suatu saat akan habis.  Untuk Indonesia, cadangan BBM diperkirakan hanya masih sekitar 15-17 tahun.

Dengan pertimbangan tersebut, sebenarnya pilihan yang logis adalah maju terus. Tidak ada alasan pemerintah dan pihak swasta untuk menunda pengembangan biofuel. Pada saat sekarang ketika harga bahan baku untuk biofuel sangat tinggi,  memang tidak layak untuk mengembangkan biofuel secara komersial.  Yang terpenting adalah jangan kendala yang bersifat sementara tersebut, membuat pengembangan biofuel berhenti secara total.  BBM suatu saat akan habis dan harga BBM pasti akan tetap tinggi, walau mungkin tidak di atas US$ 100 per barrel. Argumen ini menjadi kunci kenapa Indonesia harus mengantisipasi dengan terus maju mengembangkan biofuel, disamping sebagai strategi diversifkasi energi dan ketahanan energi.

Pada saat sekarang, situasi pasar bahan baku untuk biofuel diyakini sedang dalam proses menuju keseimbangan baru.  Berbagai kajian menunjukkan harga-harga bahan baku untuk biofuel pada saat ini dan mungkin satu semester kedepan, berada jauh diatas keseimbangan barunya.  Artinya, harga saat ini yang tinggi diyakini secara bertahap akan menurun.  Hal ini juga sangat sesuai dengan terori harga produk pertanian yang mengikuti pola atau siklus sejalan dengan teori Cobb-Webb. Untuk harga produk pertanian, teori ini sudah tidak terbantahkan.  Sebagai contoh, CPO pernah menyentuh harga terendah sampai di bawah US$ 200/ton, mencapai harga tertinggi diatas US$ 1280, dengan harga yang paling sering terjadi pada kisaran US$ 375-450. Hasil penelitian menunjukkan bahwah harga produk pertanian, ternmasuk CPO, masih diyakini mengikuti siklus harga 4-6 tahunan.

Hukum ekonomi akan menggiring harga BBM berbasis fosil, harga biofuel, dan harga bahan baku biofuel akan terus bergerak menuju pada keseimbanagan harga yang memberi keuntungan normal pada ketiga produk tersebut.  Selama masih ada harga produk yang memberikan keuntungan berlebih (supra profit) akan selalu ada tekanan-tekanan seperti masuknya pemain baru, teknologi baru, penyesuaian dari konsumen, yang memaksa harga hanya memberi keuntungan normal. Harga BBM berbasis fosil, biofuel, dan bahan bakunya akan terus bergerak sehingga tingkat return pada ketiga produk tersebut relatif sama. Dengan demikian, bisnis biofuel pasti akan feasible pada masa mendatang. Yang kita perlukan sekarang adalah bersabar menunggu keseimbanagn baru dengan tetap terus mempersiapkan diri untuk menyambut ketika kesempatan baik itu tiba.

Dengan perkataan lain,  pemerintah harus tetap konsisten mendukung pengembangan biofuel dengan terus merumuskan dan menerapkan berbagai kebijakan subsidi, insntif, promotif untuk pengembanagn biofuel.  Swasta juga harus meneruskan realisasi investasi untuk pengembangan biofuel walau dengan laju yang perlu disesuaikan dengan dinamika pasar BBM, biofuel, dan bahan bakunya.  Ketika kesempatan itu datang, industri biofuel Indonesia harus sudah siap dalam posisi full speed untuk menjadi salah satu market leader di dunia; tidak tergaget-kaget untuk selanjutnya menjadi penonton karena ketidak-siapan kita. Dengan posisi sebagai produsen terbesar CPO di dunia, menjadikan Indonesia sebagai  pemimpin industri biofuel, khususnya biodiesel, sebenarnya bukanlah mimpi di siang bolong, tetapi sangat rasional. Kuncinya ada pada keyakinan dan tindakan yang pro aktif untuk memanfaatkan kesempatan itu.

http://www.ipard.com/art_perkebun/08-04-28_wr.asp

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: