jump to navigation

Teknologi Motor Berbahan Bakar Minah Bukan Barang Baru May 30, 2009

Posted by Babeh Gibril in Darat.
trackback

cewek motor2[2]

Teknologi Motor Berbahan Bakar Minah Bukan Barang Baru Steven Lenakoly – detikSurabaya Surabaya – Teknologi sepeda motor berbahan bakar minyak tanah (minah) yang dikembangkan oleh Heru Suwardhi (50) ternyata sudah ada sejak lama. Sayangnya teknologi ini mudah merusak mesin dan lingkungan. Nelayan menggunakan minah sebagai bahan bakar pengganti untuk mesin tempelnya jika bensin tidak ada. Minah dipilih karena harga yang terjangkau, dan terbukti selama bertahun-tahun tidak menyebabkan masalah yang berarti pada mesin tempel. “Teknologi yang menggunakan minyak tanah bukan teknologi yang baru. Nelayan sudah menggunakan sejak lama,” kata Ketua Jurusan Teknik Mesin Institut Teknologi Surabaya (ITS) Dr Ing Ir Herman Sasongko saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (17/6/2008). Herman menjelaskan, apabila mesin yang dari pabrikasi didesain untuk bensin, tidak bisa diisi minah. Kalaupun bisa, hal tersebut dipaksakan dan bisa menyebabkan kerusakan mesin pada pengguaan jangka pendek maupun jangka panjang. Mesin bensin yang menggunakan minah juga akan menyebabkan kerusakan lingkungan karena pembakaran tidak maksimal. Lain halnya jika minah digunakan untuk mesin diesel. Penggunaan minah pada mesin diesel tidak menyebabkan kerusakan. Hal ini karena jenis minah Indonesia kualitasnya lebih baik jika digunakan untuk mesin diesel. “Kalau digunakan pada mesin bensin bisa menyebabkan kerusakan,” tambahnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Heru Suwardhi warga Sukodono, Sidoarjo hampir selama 24 tahun menggunakan bahan bakar minah sebagai sumber energi sepeda motor yang dimiliknya. Pertama kali, pria yang menjabat sebagai staf di Dinas Pendidikan Jatim ini menggeber sepeda motornya Surabaya-Malang tahun 1984. Perjalanan itu memakan lima liter minah. Sayangnya, pulang dari Malang sepeda motor itu rusak berat. Namun, pada tahun 2002, dia kembali membuktikannya. Sepeda motor Yamaha Zigma (2 tak) keluaran tahun 2000 miliknya sudah digeber Surabaya-Yogyakarta (lebih 360 Km) pada tahun 2002. Uji coba itu, hasilnya cukup fantastis. Selain mesinnya tak rusak, bahak bakar minah yang dihabiskan relatif cukup irit. Rute Surabaya-Yogyakarta, Heru hanya membutuhkan 10 liter minyak tanah yang dicampur oli bekas.(stv/bdh) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: