jump to navigation

Teknologi Pesawat Antibajak May 30, 2009

Posted by Babeh Gibril in Udara.
trackback

MAMPUKAH teknologi menciptakan pesawat antibajak? Bisa jadi. Para ilmuwan Eropa menargetkan visi tersebut menjadi kenyataan sekitar satu setengah tahun lagi. Target itu dipicu gagalnya rencana teror di Bandara Heathrow, London, Inggris, Kamis (10/8).

Sebenarnya sejak peristiwa 11 September, ide membuat pesawat antibajak mulai mengemuka dan sudah dikerjakan. Perkembangannya muncul lagi saat terjadi percobaan teror di Bandara Heathrow.

Salah satu fitur yang dikembangkan para peneliti ialah sistem komputer yang didesain untuk mendeteksi perilaku penumpang yang mencurigakan. Juga sistem penghindar tabrakan yang mampu memperbaiki trayek pesawat saat dikemudikan untuk menghajar bangunan atau gunung.

Para ilmuwan juga tidak menutup kemungkinan untuk menciptakan sistem komputer on board yang bisa mengendalikan pesawat secara otomatis ke bandara terdekat saat terjadi pembajakan di angkasa. Namun, untuk mewujudkan teknologi ini mesti menunggu sedikitnya 15 tahun lagi. “Paling tidak bisa mengurangi risiko. Sebab, menurunkan level ancaman hingga ke angka nol ialah tidak mungkin,” kata Daniel Gaultier, koordinator program dari SAGEM Defense Security, Prancis.

Namun, lanjut Gaultier, jika ada sistem elektronik yang menempel, pesawat akan sulit sekali dibajak. Dan itulah yang kini sedang dikerjakan. Program empat tahun bertajuk Security of Aircraft in the Future Eropean Environment (SAFEE) ini digagas sejak Februari 2004. Diperkirakan akan menghabiskan dana US$45,7 juta, dan ditargetkan selesai 2008.

Di antara para partisipan, ada beberapa nama yang sudah berpengalaman dalam industri manufaktur pesawat dan elektronik, yakni Airbus, EADS, BAE Systems, Thales, dan Siemens AG. Komisi Eropa menyumbangkan dana sebesar US$25 juta guna menyukseskan program ini.
Omer Laviv dari Athena GS3, perusahaan Israel yang turut serta dalam proyek ini memprediksi, sistem baru ini akan diedarkan secara komersial sekitar 2010-2012.

Selain persoalan teknis, mereka juga akan meneliti masalah etika. Tim riset, misalnya, akan melakukan survei apakah penumpang bersedia diawasi menit per menit melalui kamera intai selama penerbangan. Pengintaian termasuk merekam perbincangan sampai ke toilet.

Dengan bantuan pakar psikologi perilaku, tim peneliti akan membuat basis data tentang gerak-gerik yang mencurigakan, kemudian membiarkan komputer mendeteksi. Setiap negara dianjurkan menggunakan sistem ini dengan harapan bisa mengurangi korban jiwa akibat ulah teroris. “Terorisme bukan cuma masalah maskapai penerbangan, tapi persoalan setiap negara,” kata Philip Baum, editor majalah penerbangan Aviation Security International.

[AFP/Firman/Ghp/M-1]

Media Indonesia, 20/8/2006

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: